Ahlan wa Sahlan Mahasiswa Baru FAI UMY


Alhamdulilah.. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt yang mana telah memberikan  Rahmat dan Hidayahnya pada kita semua. Sehingga pada tahun ini (2012) Mahasiswa UMY bertambah banyak.  Dan perlu kita ketahui” jumlah penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Agama ISlam (FAI) Tahun Ajaran 2012-2013 bertambah sekitar 100%.
Adapun Penambahan Penerimaan Fakultas Agama Islam UMY terbagi menjadi tiga (3) jurusan :
1). Jurusan, Ekonomi Perbankan Islam (EPI) Sejumlah : 255 Mahasiswa.

2). Komukasi Penyiaran Islam (KPI) Sejumlah : 40 Mahasiswa.

3). Pendidikan Agama Islam (PAI) Sejumlah :164 Mahasiswa.

Sehingga pada Tahun ini jumlah keseluruhan Mahasiswa FAI UMY berjumlah : 1.369 Mhs.
Maka dari itu dengan bertambahnya Mahasiswa yang banyak ini menjadikan semangat bagi kita semua, Dan Fakultas Agama ISlam dapat mencetak Muballigh dan Mubalighin yang berguna bagi Keluarga, Masyarakat, Bangsa dan Negara khususnya. Dan dapat mewujudkan serta mengharumkan slogan UMY yang Unggul dan Islami.
Sumber Berita: FAI-UMY
Catatan: Bagi teman-teman yang ingin tugasnya diposting di blog ini, bisa kirim filenya ke email biep458@gmail.com dengan menyertakan Nama Lengkap dan Nomor Mahasiswa atau ketemu langsung dengan saudara Muhammad Furqan Ab (20100720067) di kampus tercinta, CP: 085235554237. Jazakumullah... (Indahnya Berbagi.......)

BEM FAI-UMY : OpRec (Open Recruitment)

PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI UMY) angkatan 2010 dan 2011. Bagi semua Mahasiswa FAI 2010 dan 2011 yang memiliki jiwa kepedulian tinggi dan ingin berjuang di garis terdepan inilah saatnya. Kami BEM KM Fakultas Agama Islam ( BEM FAI UMY) membuka OpRec (Open Recruitment) bagi Mahasiswa FAI UMY angkatan 2010 dan 2011 yang berminat serta berkeinginan untuk masuk dalam kepengurusan BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) FAI UMY periode 2012 – 2013. Daftarkan dirimu segera dan bergabunglah bersama BEM KM FAI UMY.

OpRec dibuka mulai hari Senin tanggal 28 Mei s/d 1 Juni 2012
Syaratnya Mudah.
• Mengisi Formulir*
• Konfirmasi via sms –> Ketik –> REG*BEMFAI*NamaLengkap*NIM*Jurusan*HP –> Kirim ke 0819 010 81 880

*Formulir bisa di ambil di Ruang Pengajaran atau hubungi CP : 0819 010 81 880
Catatan: Bagi teman-teman yang ingin tugasnya diposting di blog ini, bisa kirim filenya ke email biep458@gmail.com dengan menyertakan Nama Lengkap dan Nomor Mahasiswa atau ketemu langsung dengan saudara Muhammad Furqan Ab (20100720067) di kampus tercinta, CP: 085235554237. Jazakumullah... (Indahnya Berbagi.......)

Blog Contest UMY Hadir Kembali [Lebih Banyak Hadiahnya, Lebih Besar Kesempatannya]


Blog Contest 5 UMY

Ayo raih kesempatan memenangkan hadiah menarik dengan mengikuti 5th UMY Blog Contest. Gratis bagi seluruh civitas akademika UMY (mahasiswa, karyawan dan dosen).

Ketentuan:

  • Blog kontes ini berlaku untuk staff dan mahasiswa aktif UMY.
  • Peserta wajib mendaftarkan alamat blognya kepada panitia. Klik untuk mendaftar.
  • Bagi mahasiswa yang belum memiliki alamat blog klik untuk membuat blog.
  • Bagi staff yang belum memiliki alamat blog UMY dapat menghubungi, BSI Gedung AR Fahrudin B lantai 2 ext 248 . CP: Adam (            0856 256 3456      )
  • Bagi peserta yang memiliki lebih dari satu blog, hanya akan diambil satu blog yang nilainya terbaik.
  • Batas akhir perlombaan 16 Juli 2012
  • Ketentuan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
  • Kontes ini tidak berlaku bagi panitia.

Kriteria Penilaian Blog Contest 5 UMY

1. Jumlah halaman (H) yang terindeks oleh mesin pencari Google, Bobot: 15 %
2. Jumlah Referring Domain ke blog (R) , bobot 40 %
3. Memiliki artikel (A) dengan tema PIMNAS UMY 2012 45%
Penjelasannya lebih lanjut tentang kriteria penilaian bisa dibaca di sini.

Hal-hal yang harus diperhatikan

  1. Tidak boleh membuat postingan (tulisan, gambar, video, audio, tag) yang mengandung unsur SARA
  2. Tidak boleh membuat postingan (tulisan, gambar, video, audio, tag) yang mengandung pornografi
  3. Tidak boleh membuat postingan (tulisan, gambar, video, audio, tag) yang mencemarkan nama baik UMY
  4. Satu blog tidak boleh memiliki tulisan hasil kopi paste lebih dari 30% dari jumlah total tulisan pada blog itu
  5. Tidak boleh menggunakan link berbayar
Blog yang diketahui melakukan hal-hal yang disebutkan di atas akan didiskualifikasi.

Hadiah-hadiah

  • 1 buah Netbook
  • 1 buah Blackberry Gemini
  • 1 buah Handycam JVC Everio
  • 1 buah Samsung Galaxy Y
  • 1 buah TV 19 inch
  • 2 buah Harddisk External 500 GB
  • 3 buah Kamera Digital
  • 4 buah Printer Canon MP287 Print Scan Copy
  • 5 buah Nexian Tap
  • 5 buah Modem Smartfren
  • 5 buah Speaker Simbada 6300N
  • 6 buah Flashdisk 16GB

Pelatihan Blog

Guna mengingkatkan kemampuan mahasiswa & staff dalam mengelola blog, panitia mengadakan pelatihan pemgelolaan blog di Lab. Komputer UMY. Bagi yang berminat untuk mengikuti pelatihan, silahkan daftarkan diri Anda di sini.

Contact Person

            0857 5898 9992       (jam kerja)
ym: blogumy

Keteranga Lebih Lanjut bisa kunjungi : http://blog.umy.ac.id/blogcontest5/
Catatan: Bagi teman-teman yang ingin tugasnya diposting di blog ini, bisa kirim filenya ke email biep458@gmail.com dengan menyertakan Nama Lengkap dan Nomor Mahasiswa atau ketemu langsung dengan saudara Muhammad Furqan Ab (20100720067) di kampus tercinta, CP: 085235554237. Jazakumullah... (Indahnya Berbagi.......)

Menyikapi Fenomena Ruwaibidhah Menyambut Kehadiran ‘Sang Ruwaibidhah’:” Irshad Manji”

Menyikapi Fenomena Ruwaibidhah
Menyambut Kehadiran ‘Sang Ruwaibidhah’:” Irshad Manji”

Oleh: Muhsin Hariyanto

Di suatu kesempatan Rasulullah s.a.w. pernah memberikan ‘warning’ (peringatan dini) kepada umatnya agar berhati-hati terhadap Ruwaibidhah, simbolisasi seseorang yang ‘berlagak pakar, padahal tidak memiliki otoritas untuk berfatwa. Dia, bak “tong kosong (yang) -- dalam terminologi ‘Aidh al-Qarni -- disebut sebagai: al-Ahmaq, seorang yang bodoh namun tidak sadar akan kebodohannya, maka dia lebih tepat disebut sebagai orang ‘pandir’, dan inilah yang disebut oleh para ulama sebagai “Jâhil Murakkab” (orang yang sangat bodoh).

Seorang Ruwaibidhah akan selalu mencitrakan diri sebagai seorang pakar, memerankan dirinya sebagai ‘pengumbar fatwa’ yang berdusta atas nama kebenaran, yang karena kepiawainnya membangun citra dan kehebatan retorikanya dirinya menjadi (seolah-olah) ‘Sang Maestro’ pada bidangnya. Karena di’blow-up’ oleh berbagai media, pendapatnya dikutip oleh para muqallid (pengikut setianya)-nya dengan satu keyakinan bahwa apa pun yang dikatakannya selalu benar, atau mininal lebih otoritatif dari siapa pun yang sebenarnya lebih memiliki otoritas dalam bidangnya.

Penulis sering terheran-heran, kenapa orang-orang seperti ini (Ruwaibidah-ruwaibidah kontemporer) semakin banyak bermunculan, dengan mengatasnamakan keahliannya yang dikatakannya sendiri dan – kemudian – di’amini’ oleh banyak orang, karena (antara lain) permainan media cetak dan elektroinik yang mendukung kemunculannya. Bahkan oleh beberapa media massa (elektronik dan cetak) – yang entah sengaja atau tidak ketika memunculkannya -- sering disebut sebagai pakar dalam bidang tertentu yang paling layak menjadi “marja’ taqlid” (nara sumber otoritatif yang tak perlu disangsikan keabsahan pendapat-pendapatnya). Memang “ironis”, tetapi itulah kenyataannya!

Saat ini, misalnya, Pak Surono -- salah seorang pakar vulkanologi -- yang sudah sekian banyak mengemukakan pernyataannya tentang bahaya Gunung Merapi, pendapat-pendapatnya – untuk kalangan ‘akar-rumput’ -- tak lebih populer dan juga tak lebih diakui keabsahannya daripada fatwa ‘mbah Maridjan’, yang memang akhir-akhir ini – sebelum berpulang ke rahmatullah – hampir tidak pernah mengeluarkan pernyataan apa pun tentang Gunung Merapi. Tetapi, sebagai seorang yang – oleh sebagian kalangan – dianggap lebih tahu tentang Gunung Merapi, beliau lebih dipercaya daripada Pak Surono.

Penulis – ketika belajar Ilmu Ekonomi Syari’ah – tiba-tiba ingat terhadap tulisan Mas Aries Mufti, dalam bukunya yang berjudul “Bunga Bank, Maslahat atau Muslihat? (Jakarta: Pustaka Quantum, 2004, hal. 35), ketika beliau mengutip sabda Rasulullah (Muhammad) s.a.w. yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal dan Al-Hakim dari Abu Hurairah: “Akan menimpa manusia tahun-tahun penuh dusta. Dimana pendusta dibenarkan dan yang benar didustakan; si pengkhianat diberi amanah dan si (pemegang) amanah (malah) dikhianati. Pada masa tersebut si Ruwaibidhah pandai mengumbar kata-kata. Para sahabat pun bertanya: Siapakah (si) Ruwaibidhah itu (ya Rasulullah)? Rasululllah pun menjawab: “(Dia) adalah manusia bodoh yang memegang jabatan publik

Saya duga bahwa Beliau (Mas Aries) berharap di seputar kita tidak akan pernah ada yang menjadi Ruwaibidhah-ruwabidhah. Tetapi – kata beliau – saat ini banyak sekali bermunculan perbedaan pendapat mengenai persoalan-persoalan krusial yang menyangkut kepentingan umat (baca: utamanya umat Islam), yang justuru dipandu oleh Ruwaibidhah-ruwabidhah kontemporer, yang kemunculannya seperti jamur di musim hujan, sehingga bisa jadi akan semakin menambah kebingunan umat. Sudah saatnya umat kita – kata beliau -- kita giring untuk tidak terjebak pada keyakinan terhadap pendapat-pendapat si Ruwaibidhah itu. Atau kalau pun ingin mengikutinya, seharusnya mereka menjadi muttabi’ (pengikut kritis), dan jangan sekali-kali kita biarkan mereka menjadi muqallid (loyalis buta yang 'dungu').

Seorang muttabi’, kata para faqih (pakar fikih), akan selalu melakukan sesuatu dengan penuh pertimbangan, analisis (kritis) dan cermat dengan ilmunya. Sedang si muqallid akan selalu mengatakan ‘ya’ pada siapa pun yang diidolakannya, tanpa alasan yang jelas. Dan, ternyata hingga kini – menurut pengamat penulis – para muqallid itu masih banyak bertebaran di seputar kita. Dan anehnya, mereka tetap yakin bahwa sikap mereka adalah benar karena telah mengikuti ‘orang’ yang selalu bisa dianggap benar!

Penulis pun menjadi ingat kembali ketika memresentasikan sebuah makalah pada di sebuah diskusi beberapa tahun silam. Ketika itu, penulis tak sependapat dengan salah seorang penanggap yang terus berupaya memaksakan pendapatnya dengan argumen yang sangat lemah, dengan satu pernyataan yang – menurut penulis – sangat naif, karena tidak didukung oleh nalar yang mapan. Tetapi, karena sikap ta’zhim (hormat), penulis akhirnya mengalah dengan satu sikap “setuju dalam perbedaan”, karena penulis tetap yakin bahwa pendapatnya tak perlu dirujuk.

Tetapi sikap penulis yang seperti ini, hingga kini masih menjadi barang langka, dan bukan tidak mungkin akan menjadi bumerang, yang pada akhirnya berakibat buruk pada citra penulis sebagai seorang nara sumber. Penulis – oleh para pengikut setia penanggap itu -- dianggap sama sekali tak memiliik kompetensi untuk berpendapat dalam masalah tersebut. Dan, saat ini penulis hanya bisa bergumam: “kenapa ‘virus’ Ruwaibidhah juga bisa yang berkembang di dunia pendidikan, dan – pada uatu saat -- bukan tidak mungkin akan mengganggu proses proses pendidikan itu sendiri, karena kejujuran akademik pun akhirnya dijual murah demi kepentingan-kepentingan pragmatis, mendukung pendapat ‘Sang Ruwaibidah’ yang tak memiliki argumentasi-akademik yang kokoh.

Memang, kita – di saat berada pada posisi marjinal (pinggiran) – menjadi sangat lemah untuk membantah pendapat orang. Tetapi, apakah karena itu kita harus selamanya bersikap munafik? Sudah saatnya kita berkata jujur, seperti sabda Nabi s.a.w.: "Qulil haqqa, wa in kâna murran” (katakan yang benar, meskipun pahit rasanya). [HR al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Ath-Thabarani dan Ibnu Hibban dari Abu Dzar], yang meskipun hadis ini banyak dikritik oleh para kritikus hadis sebagai hadis dhaif, tetapi (maknanya) mendapatkan dukungan dari hadis lain yang dikualifikasikan sebagai hadis shahih oleh as-Suyuthi dan Al-Albani (riwayat Ibnu an-Najjar dari ‘Ali) yang dinyatakan dalam redaksi: “qulil haqqa wa lau ‘alâ nafsik” (katakan yang benar, meskipun terhadap dirimu sendiri).

Di saat otoritarianisme menjadi gejala masif, tak terkecuali di dunia pendidikan, kita – sebagai muslim – tak sekali pun tidak boleh terjebak menjadi muqallid para Ruwaibidhah kontemporer dan – juga –menjadi para Ruwaibidhah yang bisa menyelinap di semua bidang kehidupan, seandainya kita masih memiliki kepedulian terhadap kata hati nurani kita dan sikap kritis kita sebagai seorang muttabi’. Penulis khawatir, jangan-jangan keengganan mereka untuk bersikap kritis, terjadi secara masif, karena sikap enggan dan arogansi para pemimpin kita (baca: umat Islam), yang oleh Allah – di dalam firmanNya (QS al-Isra’, 17: 16) – disebut sebagai ‘mutrafîhâ” – yang disinyalir telah melakukan tindakan moral-hazard, dan memandu umat (para pengikutnya) dengan kerancuan berpikir dan perilaku korupnya dengan mengatasnakan ‘kebenaran-pragmatis’. Atau, bahkan pragmatisme – kini -- itu sudah menjadi pilihan utama dalam menjalankan roda kepemimpinannya, hingga umat (baca: rakyat) secara terus menerus mengamini karena ketidakpahaman dan atau ketidakberdayaannya.

Apakah firman Allah SWT dalam QS al-Isra’, 17: 16: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”, harus diinterpretasikan lain, dalam rangka mendukung kebijakan para pemimpin yang – banyak diduga -- lebih suka bersikap pragmatis?

Penulis sama sekali tidak ingin terus berprasangka, apalagi ber’su’u-zhan’ terhadap para pemimpin kita. Tetapi, mencermati kecenderungan umumnya, hingga kini penulis ‘agak’ percaya terhadap pernyataan Buya Ahmad Syafi’i Ma’arif dalam beberapa tulisannya di Majalah “Suara Muhammadiyah” dan kolom Resonansi “Republika”, bahwa kejujuran kita -- ‘kini’ -- tengah diuji. Dan, “kita” sama sekali tidak boleh menjadi “Ruwaibidhah-ruwaibidhah Kontemporer”, dan – yang pasti -- juga tak layak menjadi para muqallidnya.

Saatnya kita berteriak dengan lantang dan berani menjadi ”qâil wa qâim al-haq wa in kâna murran” (menjadi orang yang memiliki keberanian untuk berkata lantang dan bereksperimentasi dengan “kebenaran” yang kita yakini meskipun harus menerima risiko ‘pahit’), dan mengamalkan spirit QS “al-‘Ashr”, menjadi yang beriman dan mengerjakan amal saleh, saling-menasihati untuk menaati kebenaran dan menetapi kesabaran untuk menjadi ‘Yang Benar’ dengan ‘Sikap Sabar’, di mana pun dan kapan pun, meskipun harus menjadi kaum minoritas yang bisa jadi – untuk sementara waktu – “terpinggirkan”!.

Fastabiqû al-Khairât, Nashrun Minallâh wa Fathun Qarîb.

Penulis adalah Dosen Tetap Fakultas Agama Islam UM Yogyakarta dan Dosen Tidak Tetap STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

Sumber: Majalah Tengah Bulanan “Suara Muhammadiyah”

Catatan: Bagi teman-teman yang ingin tugasnya diposting di blog ini, bisa kirim filenya ke email biep458@gmail.com dengan menyertakan Nama Lengkap dan Nomor Mahasiswa atau ketemu langsung dengan saudara Muhammad Furqan Ab (20100720067) di kampus tercinta, CP: 085235554237. Jazakumullah... (Indahnya Berbagi.......)

Daftar Pemenang UMY Blog Contest 4

Berikut adalah daftar pemenang UMY Blog Contest 4. Urutan blog di bawah ini berdasarkan peringkat.
  1. blog.umy.ac.id/mfabdullah
  2. blog.umy.ac.id/ghea
  3. blog.umy.ac.id/dayatn
  4. blog.umy.ac.id/mpuniversitasterbaik
  5. asat.staff.umy.ac.id
  6. blog.umy.ac.id/universitasterbaikyogyakarta
  7. muhsinhar.staff.umy.ac.id
  8. iswanto.staff.umy.ac.id
  9. gita.staff.umy.ac.id
  10. blog.umy.ac.id/pariwisata
  11. blog.umy.ac.id/topik
  12. blog.umy.ac.id/universitasterbaik
  13. blog.umy.ac.id/sakinah
  14. agusns.staff.umy.ac.id
  15. atmaja.staff.umy.ac.id
Kepada para pemenang kami ucapkan selamat dan diharapkan terus meningkatkan keaktifan di blog UMY. Waktu dan tempat penyerahan hadiah akan diumumkan kemudian. Kepada peserta yang belum menjadi pemenang saat ini diharapkan tetap semangat karena masih ada blog kontes berikutnya.
Terimakasih

Daftar Nominasi Pemenang UMY Blog Contest 4



Berikut adalah daftar blog yang masuk nominasi pemenang UMY Blog Contest 4. Urutan blog di bawah ini hanya didasarkan pada abjad, jadi belum menunjukkan peringkat yang sesungguhnya. Kepada para peserta lomba dipersilahkan untuk mencermati jika blog yang dinominasikan tersebut mengandung hal-hal yang melanggar ketentuan di bawah ini:


Postingan (tulisan, gambar, video, audio, tag) yang mengandung unsur SARA
Postingan (tulisan, gambar, video, audio, tag) yang mengandung pornografi
Postingan (tulisan, gambar, video, audio, tag) yang mencemarkan nama baik UMY
Tulisan hasil kopi paste lebih dari 30% dari jumlah total tulisan pada blog itu
Untuk hal tersebut diberi waktu sampai dengan tanggal 9 Februari 2012 dengan menunjukkan bukti-bukti yang otentik. Setelah tanggal tersebut, pemenang resmi akan diumumkan. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

  • agusns.staff.umy.ac.id
  • asat.staff.umy.ac.id
  • atmaja.staff.umy.ac.id
  • blog.umy.ac.id/dayatn/
  • blog.umy.ac.id/ghea/
  • blog.umy.ac.id/mfabdullah/
  • blog.umy.ac.id/mpuniversitasterbaik/
  • blog.umy.ac.id/pariwisata/
  • blog.umy.ac.id/sakinah/
  • blog.umy.ac.id/topik/
  • blog.umy.ac.id/universitasterbaik/
  • blog.umy.ac.id/universitasterbaikyogyakarta/
  • gita.staff.umy.ac.id
  • iswanto.staff.umy.ac.id
  • muhsinhar.staff.umy.ac.id



Sumber:http://blog.umy.ac.id/blog/daftar-nominasi-pemenang-umy-blog-contest-4/


Catatan: Bagi teman-teman yang ingin tugasnya diposting di blog ini, bisa kirim filenya ke email biep458@gmail.com dengan menyertakan Nama Lengkap dan Nomor Mahasiswa atau ketemu langsung dengan saudara Muhammad Furqan Ab (20100720067) di kampus tercinta, CP: 085235554237. Jazakumullah... (Indahnya Berbagi.......)

Universitas Terbaik: Penerimaan Mahasiswa Baru 2012

Klik Gambar Untuk Memperbesar !

Raih Kesempatan Bea Siswa di Universitas Terbaik Senilai 3,5 Milyar Bagi Mahasiswa Baru !

Informasi Lebih lanjut:
 http://www.umy.ac.id/penmaru/

*Panitia PENMARU UMY (Universitas Terbaik Swasta D.I.Y)



Kriteria Penilaian UMY Blog Contest

Penilaian

Komponen penilaian adalah sebagai berikut:
  1. Jumlah halaman (H) yang terindeks oleh mesin pencari Yahoo dan Bing, bobot 30%
  2. Jumlah link eksternal (backlink) ke blog (L) , bobot 40%
  3. Posisi blog di halaman hasil pencarian Google (K), bobot 30%
Penjelasan masing-masing komponen penilaian adalah sebagai berikut :

1. Jumlah halaman (H)

Jumlah halaman akan dihitung dari jumlah halaman blog yang terindeks oleh:
a. Mesin pencari Yahoo! dengan rumus: site:nama.staff.umy.ac.id atau site:blog.umy.ac.id/nama
Jumlah halaman yahoo yang diperoleh dibagi dengan jumlah halaman yahoo terbanyak diantara blog peserta menjadi nilai jumlah halaman yahoo (Y).
b. Mesin Pencari Bing dengan rumus: site:nama.staff.umy.ac.id atau site:blog.umy.ac.id/nama
Jumlah halaman bing yang diperoleh dibagi dengan jumlah halaman bing terbanyak diantara blog peserta menjadi nilai jumlah halaman bing (B). Nilai Y dan nilai B dirata-rata digunakan sebagai nilai jumlah halaman (H)
Tips:  Jumlah halaman dipengaruhi oleh jumlah page dan jumlah post. Semakin banyak Anda posting artikel/ tulisan, jumlah halaman yang terindeks mesin pencari semakin banyak. Usahakan halaman Anda bisa terindek oleh yahoo.com dan bing.com.

2. Jumlah link eksternal (backlink)  ke blog

  • Link yang dihitung adalah link yang berasal dari web/ blog di luar domain umy.ac.id. Data jumlah link masing-masing blog diperoleh dari http://www.yahoo.com
  • Jumlah link dilihat dari inlinks dengan show inlinks “except from this domain” to “entire site”
Contoh:

Jumlah link yang diperoleh dibagi dengan jumlah link terbanyak diantara blog peserta menjadi nilai jumlah link (L).

3. Posisi blog di halaman hasil pencarian Google

  • Penilaian akan dilakukan dengan kata kunci “Universitas Terbaik” klik disini untuk melihat penjelasan tentang keyword
  • Blog yang berada di posisi pertama diberi nilai 100, blog yang berada di posisi kedua diberi nilai 99, dan seterusnya  setiap penurunan posisi blog di halam pencarian  google akan dikurangi 1 poin. Blog dengan peringkat di atas 100 diberi nilai 0. Nilai yang diperoleh tersebut dibagi dengan 100 adalah nilai K.

Nilai Total

Ketiga komponen nilai di atas (H, L, dan K) digabungkan sesuai bobotnya menjadi nilai total dengan rumus sebagai berikut:

Nilai Total = ( 30% x H ) + ( 40% x L ) + ( 30% x K )