Bedanya Sekolah Dasar (SD) di Negeri Jerman dan Indonesia


Semoga dengan fakta-fakta unik berikut ini mampu menjadi inspirasi untuk pola pembelajaran di Indonesia khususnya level SD.

1. Di Jerman, tidak ada persyaratan apapun untuk anak masuk SD (Grundschule) selain usia. 

2. Hampir semua anak masuk SD dengan status belum bisa membaca. Tapi, masuk SD statusnya wajib, jika tidak, maka orang tua melanggar hukum. 
3. Lalu apa yang ditanamkan kepada anak-anak usia SD di Jerman? Ternyata tidak melulu diajarkan ilmu, tapi juga nilai-nilai. 
4. Istilah kerennya, setiap anak SD di Jerman ditanamkan Sekundärtugend(semacam tata-krama, budi pekerti) ala Jerman. 
5. Penanaman nilai-nilai itu berhasil diwujudkan secara konkrit, tidak hanya teori (me-refer ke kasus kejujuran di tanah air). 
6. Tiga di antara nilai-nilai yang mendasar adalah Ordnung, Disziplin, danPünktlichkeit
7. Yang pertama adalah "Ordnung" yang berarti "ketertiban". Kalo ada istilah"ordner" di Indonesia, itu berasal dari kata yang sama. 
8. Tertib disini adalah saat anak dilatih untuk mampu secara mandiri melakukan berbagai hal. 
9. Saat di TK, anak-anak sudah dilatih untuk membereskan sendiri mainannya pasca beraktifitas. Di SD, naik level. 
10. Anak dilatih untuk bisa tertib atas diri sendiri, orang lain, kepemilikan umum, juga terhadap alam. 
11. Penanaman semacam ini memang relatif mudah, karena contoh-contoh jeleknya relatif tidak banyak tersedia, agak berbeda dgn di Indonesia. 
12. Nilai yang kedua adalah Disziplin, artinya bisa ditebak, disiplin. 
13. Contoh berdisiplin disini, antara lain menghargai org lain, pandai memanfaatkan waktu, fokus, dsb. 
14. Misal saat orang lain berbicara, kita mendengar. Dan saat mengerjakan sesuatu, tidak mudah beralih ke hal-hal yang tidak penting. 
15. Artinya, melatih cara belajar yang baik mendapat porsi sangat besar dibanding pelajaran seperti matematika, IPA, IPS, dsb. 
16. Dengan demikian kemandirian anak dalam belajar juga akan terbentuk, sebuah modal penting hingga ia dewasa nantinya. 
17. Nilai ketiga yang ditanamkan adalah Pünktlichkeit, yang berarti "tepat waktu". 
18. Di sini, dibiasakan untuk setiap aktifitas, ada alokasinya. Hingga ke satuan menit. 
19. Misal untuk naik kendaraan umum yang jadwal keberangkatannya sudah ditetapkan. Alokasi waktu berjalan menuju halte juga dihitung. 
20. Antara satu penunjuk waktu dan yang lain di Jerman, bedanya paling-paling  hanya beberapa detik. 
21. Jerman menggunakan gelombang radio untuk menyamakan penunjuk waktu, sebagaimana banyak negara lain. 
22. Sehingga "Ordnung, Disziplin & Pünktlichkeit" adalah ciri khas kebanggaan orang-orang Jerman yang selalu diwariskan kepada anak-anaknya. 
23. Masih ada beberapa yang lain, seperti Ehrlichkeit = kejujuran, Fleiß = produktifitas, Treue = loyalitas, Höflichkeit = kesopanan. 
24. Di samping kompetensi pribadi, ada juga kemampuan bersosialisasi. 
25. Ini mencakup kemampuan bekerja dalam tim, berdiskusi, menangani konflik, keterbukaan, hingga menerima kritik. 
Semoga bermanfaat ...
Makasih Buat akhi Banna atas infonya......

Lomba LOGO PT KAI (PERSERO) [Deadline 15 Juli 2011]



Persyaratan Lomba
·      Desain harus memenuhi unsur A-R-T, yaitu

·         Asli; Merupakan karya orisinil, bukan merupakan saduran, tiruan, ataupun jiplakan dari gambar atau logo tertentu.
·         Representatif; Bisa mewakili makna dari Visi, Misi, Maksud & Tujuan Perusahaan, Budaya Perusahaan, dan Warna Identitas Perusahaan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO).
·         Top; Desain mudah dipahami (self explanatory) tanpa harus kehilangan unsur keindahannya serta mudah direproduksi.
·      Peserta diperbolehkan mengirim maksimal 2 (dua) desain.
·      Kriteria penilaian adalah orisinalitas karya, relevansi logo dengan Visi, Misi, Budaya Perusahaan, dan Warna Identitas PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO), unsur estetika, dan pengaplikasian logo pada berbagai media.
·      Seluruh konten yang ada dalam hasil desain merupakan tanggung jawab dari peserta lomba.
·      Desain tidak boleh menyinggung SARA dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
Mekanisme Lomba
·      Lomba dibuka untuk umum, WNI, diikuti secara perorangan maupun kelompok serta tertutup untuk panitia, dewan juri, dan keluarganya
·      Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.
·      Peserta wajib melampirkan identitas diri (nama lengkap, pekerjaan/profesi, alamat kantor/rumah, nomor telepon, e-mail) danfotocopy tanda pengenal (KTP/Kartu Pelajar/Mahasiswa/SIM/Paspor).
·      Peserta diwajibkan mengisi dan menandatangani surat pernyataan keaslian ide di atas materai Rp 6000,-
·      Desain logo (dibuat dalam format CMYK) & konsep filosofi logo dicetak ukuran A3 (hitam & warna) dan CD file dengan folder logo asli (CorelDraw/PhotoShop/Freehand/Ilustrator), folder presentasi (JPEG 300 dpi-High Quality), dan folder konsep filosofi atau makna logo (Ms Word).
·      Konsep diketik di kertas A3, 1.5 spasi dan ditempelkan di bagian belakang desain logo utuh.
·      Logo harus mencantumkan teks PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO).
·      Penampilan logo sederhana, mudah diingat, dan dapat diterapkan pada berbagai kemungkinan teknik dan media, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi.
·      Tidak boleh menggunakan framing.
·      Semua hasil karya dimasukkan dalam 1 amplop coklat besar yang berisikan 2 amplop coklat terdiri dari amplop 1 berisikan poin 3 & 4 dan amplop 2 berisikan poin 5 & 6.
·      Semua dokumen tidak boleh dilipat dan dikirimkan ke:

Panitia Lomba Logo PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
PO BOX 5555 BANDUNG 40000
·      Dokumen diterima paling lambat pada tanggal 15 Juli 2011.
·      Semua dokumen yang masuk dalam lomba menjadi hak milik dan berhak digunakan untuk kepentingan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) dalam bentuk apapun.
·      Panitia dan dewan juri tidak melayani surat menyurat pada lomba ini.
·      Pengumuman pemenang lomba akan dipublikasikan di website PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) pada tanggal 28 September 2011.
·      Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Sumber Primer: PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
Sumber Info: Bang Aswi